Translate

Thursday, April 04, 2019

Rajab 1440H

Malam ini kusendiri, tiada yang menemani ... 
Seperti malam malam yang sudah sudah ... 
(Munajat Cinta - Ahmad Dhani)



April 2019 ini, bertepatan dengan bulan Rajab 1440 H. Sedikit "kepo" dengan tanggal lahir dalam perhitungan hijriyah. Dan, sekarang jaman sudah canggih cukup buka pencarian -mbah gugel- dengan keywordnya : 23 Januari 1992 muncullah kalender dari perhitungan jawa, masehi dan yang penting hijriyah. 


Dan setelah ditelusuri ternyata tanggal lahir gue bertepatan dengan 18 Rajab 1412 H Hari Kamis-Legi (berarti tahun ini secara hijriyah umur gue adalah 28 tahun). Yaps, tahun tahun kritis dengan pertanyaan kapan menikah, udah punya apa aja, dan segala keduniaan yang gue rasa gak pernah akan ada habisnya. Dan gue ber-prinsip -CUKUP- seperti yang diajarkan oleh guru, kerabat, yang udah seperti sahabat dan semoga sekarang beliau sudah mendapat nikmat kubur dan bisa bertemu nanti di Surga-Nya Alloh SWT (Allahu yarham, H. M. Noer bin H. Mahmud Natsir)

Cukup itu secara pandangan gue, berarti kita udah cukup dari segala hal, urusan keluarga dan rumah tangga, pekerjaan, keuangan, bahkan sampai percintaan. Karena gue yakin, semua rejeki, umur, jodoh, maut udah ada perhitungan dan takarannya. Dan ketika dalam situasi terpuruk pun dan gak ada teman bahkan keluarga yang bisa kita jadikan tumpuan maka Alloh itu sebaik-baik penolong : 

وَكَفَى بِاللّهِ وَلِيّاً وَكَفَى بِاللّهِ نَصِيراً
“Cukuplah Allah menjadi Pelindung dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).” (An-Nisa’ 45)

Ingatlah, bahwa rejeki tidak akan pernah tertukar. 

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan prinsip ini kepada umatnya. Beliau bersabda,
أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi 10185, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 7924 dan disepakati Ad-Dzahabi).

Dalam usia ini, sudah beberapa dan banyak sekali pengalaman hidup yang Alloh kasih lewat sekolah, pembelajaran formal dan informal, pekerjaan, teman-teman seperjuangan, perjalanan yang diceritain satu persatu pun akan beda rasanya karena gue yang mengalami langsung dan guepun tidak pandai bercerita dan menulis yang baik. kembali dengan kata 'cukup', Pesan Khalifah Ali bin Abi Tholib 

Mungkin akan panjang lebar kalau gue share ini di social media macam Postingan FB, twitan yg ada batas karakternya, bahkan caption di Feed IG. Jadinya memutuskan untuk share pengalaman aja disini dan sekalian isi blogger ini supaya gak sepi sepi amat. Bukan travel, bukan curhatan, bukan juga julidan. Cuma ocehan wanita akhir jaman yang siapa tahu bisa saling sharing dan bisa jadi kisah inspiratif. 

Dan mimpi gue adalah, gue bisa tersenyum disaat orang-orang nanti akan menangisi kepergian gue (a.k.a mati)

Buat kalian yang suka ditanyain/pernah ditanyain/buat bahan ngeles kalo ada pertanyaan seperti macam-macam dibawah ini :
  • Enak ya kerja kantoran  
Alhamdulillah sejak lulus SMK 20 di pertengahan tahun 2009, memutuskan untuk kuliah di STIE Tunas Patria namun tetap bekerja juga (bukan sambilan/part-time) tapi memang benar benar membutuhkan untuk biaya kuliah. Pertama kali kerja adalah bagian support/telephonist di Zeus selama 1 tahun (dengan on-off per 3 bulan karena diperlukan hanya untuk seminar saja), kemudian pernah jadi SPG selama 3(tiga) hari namun gagal karena tinggi badan yang tidak memadai dan hikmahnya adalah mengerti sedikit tentang make-up standard dan cara pemakaiannya.
Setelah itu, 2010 selang setahun diajak kerja sebagai Akunting di Firla/Ferno Group selama setahun juga dan banyak mengetahui beberapa lokasi kerja karena kebetulan perusahaan tsb memiliki beberapa properti diantaranya di Gd. Millenium Fachrudin (Tanah abang), CityLoft/CityWalk dan juga projek rumah di daerah Serua-TangSel. Akhir 2010 kontrak habis dan diajak teman (Mbak Rismiati) untuk jadi finance di kantornya
Yup, 2 Desember 2010 ini lah mulai seorang finance controller biasa dan kemudian belajar tiap harinya dari pengalaman hidup bersama perusahaan interior design dan sister company dari kontraktor inti indah. Bertemu berbagai macam orang, karakter, vendor/client, pihak ketiga seperti perusahaan asuransi, bank, BUMN dsb disamping tetap harus menjalani kewajiban sebagai mahasiswi demi gelar sarjana yang dicitacitakan
Akhir Oktober 2013 setelah lulus sidang skripsi mengajukan resign dari Krisson, dan baru approve di bulan Januari 2014. Dengan pertimbangan sudah lulus kuliah (walaupun belum yudisium/prosesi wisuda), memberanikan diri membuka usaha warnet bersama Ridho dan sempat jobless selama Februari & Maret karena perusahaan setelah pindah dari krisson adalah resto yang menjual minuman keras sehingga gue ga berniat lanjut dan berkarir disana (kebayang kan ini masalah prinsip, sudah bukan pilihan lagi). Beruntung, Erwin menawarkan untuk bantu-bantu di Bandar Wisata usahanya jadi tiap hari masih punya kesibukan dan ada alasan kepada keluarga untuk ga berdiam diri dirumah saja. FYI tahun ini fase pembelajaran "FINANCE SCOPE"
April 2014 sd September 2017 bekerja di perusahaan Distributor deterjen Ultra Salur, disini benar-benar mendapat 1 layer boss dibawah direksi sehingga beban pekerjaan tidak terlalu berat karena yang berhubungan langsung adalah beliau, Pak Afdhol dan sekiranya Direksi perlu melalui bos gue tsb (he is well-proven protect-man, trust me!!!). tahun pertama pas masuk belajar pajak, tahun kedua belajar AP, dan tahun ketiga yang gue hindari adalah belajar AR (grrrrr). FYI tahun ini pembelajaran "ACCOUNTING SCOPE". Disini tahun tahun sulit dimana kehilangan baba yang paling mengagetkan di Juni 2016, kemudian akhir tahun 2016 orang yang gue usahakan yang gue minta sama Alloh untuk bisa jadi partner-in-life harus memutuskan hidup dengan perempuan pilihan keluarganya. And, this is life
Tergiur gaji besar dan bermain di forwarder daerah SQ, sempat jadi pilihan hidup dan juga masa dimana abang kandung gue satu-satunya (Ahmad Firdaus) harus menderita stroke dan Alloh ambil sementara kesehatannya untuk beristirahat. Alloh itu baik banget, gue dapet kerjaan di daerah RA Kartini agar bisa bolak-balik mantau abang gaber yang saat itu rawat intens selama sebulan (ini fase dimana gue cuma yakin sama Alloh atas segala apa yang terjadi dihidup gue), dan hanya berselang 4 bulan kembali dapat dari media online tawaran finance di Medika Plaza, tapi baru 2 hari bekerja kenyataan berkata lain. Harus pindah fungsi jabatan dari MAS ke AR (Alloh blessed me always). Dan nano nano rasanya kerja disini, setiap bulannya ada aja ceritanya. Sampe memutuskan untuk bertahan hanya 10 bulan dan kembali mencari rejeki di tempat yang lain.
Saat gue menulis ini, adalah fase implementasi sich tepatnya pembelajaran "TAXATION SCOPE", masuk di kontraktor Tialoc yang notabene adalah representative dari perusahaan luar negeri yang secara perpajakan lokal belum berjalan maksimal dan belum ada rule/prosedur di bagian keuangan. Rasanya seperti #flashback ke Krisson lagi.
And what the next  ??? Wallahu a'lam bishshowab
  • Enak ya cepet dapet kerjaan  
Tak semudah itu kawan!, saya sempat menganggur setelah resign dari perusahaan resto selama sebulan, dan ini rasanya GAK ENAK BANGET. LO sarjana tapi gak produktif, masih minta duit sama orang tua, ga bisa cari duit sendiri. Inilah yang menjadi dasar, kalau gue resign dari salah satu perusahaan gue harus punya back-up dan juga kepastian dari perusahaan lain yang menerima gue setelah gue resign.
  • Enak ya gajinya gede 
Nominal itu relatif, yang penting cukup dan kamu merasa cukup dengan takaran gaji dan pekerjaan yang kami jalani. Manusia ga ada cukupnya, guepun juga suka hutang/pinjem dulu sama cici gue kalo udah bener2 kepepet atau ke temen yang penting gue bayar utang itu sebelum mati . karena pernah gue pinjem uang kantor dulu (kasbon), dan rasanya itu ga enak banget seperti merasa bersalah gitu walaupun akhirnya gue ganti pas akhir bulan hehehe
  • Enak ya udah punya rumah
Teman terdekat gue, dan saudara pasti pernah gue ceritaan perihal rumah di Citayem. Yup.. ini adalah hadiah sebenernya, dan itu peninggalan almh. Umi Arah yang dulu rumah kita dijual di daerah Asem (belakang SOS Medika) dan dibelikan jatah tanah di Citayem dekat alm. paman gue pakong (Abd Rojak). Jadi ini rumah keluarga, gak ada hak penuh gue dan yang ada kita sama sama bangun rumah keluarga ini untuk bisa jadi singgahan sementara di dunia (karena rumah itu gak akan dibawa mati juga), dan kami anak-anak umi baba pun tidak ada yang saling memperebutkan hak atas rumah itu. Jadi kita barengan bangun, dan siapapun yang mau tinggal dipersilahkan.
  • Enak ya udah punya mobil  
Punya mobil, adalah pilihan di tahun 2014. ketika gue udah selesai kuliah, dan hasil gaji yang diterima udah ga buat bayar kuliah. Karena motor, sudah dibelikan oleh baba gue tercinta. Ada nori (Vega R) dan juga bokir (MX), maka dari itu gue memutuskan membeli mobil untuk bawa orang tua jalan-jalan dan jika ada keperluan sehingga muat banyak. Eh bener aja, setahun kemudian suka bolak balik anter ibu sambung gue (bahasa betawi/sebutan lain untuk ibu tiri) dan juga baba untuk berobat alternatif dan gue ketemu temen kecil lagi jadinya kita sering barengan trip dengan mobil yang kapasitasnya bisa banyak.
Myla (panggilan mobil Ayla) pun pernah mengalami kecelakaan dahsyat menurut gue yang harus diinapkan selama 1 bulan, untuk ganti bumper kanan yang depan hancur nabrak tiang listrik. Ini pengalaman hidup lagi, berurusan sama asuransi leasing (Semoga dan jangan sampai pernah lagi kejadian seperti ini).. suka duka nyetir mobil manual udah pernah ditulis dalam kepsyen postingan instagram (jadi follow ig gue kalo mao keppoin)
  • Enak ya bisa nyetir
Mulai belajar nyetir tahun 2013 diajarin sohib gue Om Yonce, jadi ceritanya pas Madam Refany meeting di Indy Bintaro gue dan om yonce belajar mobil di lapangan deket gedung Indi yang masih lapangan rumput hijau dan tanah merah keras, setelah dari situ gue belajarbelajar lagi dan nekat bikin SIM A. Sampai pas udah punya mobil sendiri, sering nyetir dan liku liku jalanan beserta tanjakan turunannya gue sikat/ Deg Deg Syer nya itu pas tanjakan jeruk purut yang selalu gue hindari dan akhirnya lewat komplek cipta kalo mao pulang kerumah. sering anter bokap ke Sepatan tangerang dan pernah keluar kota dengan alm baba ke Subang (untuk pertama dan terakhir kalinya keluar kota nyopirin baba dan udahannya baba ngucapin makasih yang sampe gue peluk erat dia dan gue GAK BISA NGOMONG APA APA).
  • Enak ya jalan jalan mulu
Agustus 2018, gue mulai mencari peruntungan baru sebelum keluar dari MP. Gue berpikiran untuk buka travel agency dan membuka tur/trip gabungan dan waktu itu Erwin & Tiwi yang lebih dulu jadi travel agent menjadi isnpirasi gue. pelan pelan buat akun soc-med dan mulai posting cari ide untuk branding @babeh_trip BABEH TRIP.
Jadi jalan-jalan "berfaedah" nya gue adalah gak lain dan gak bukan untuk memperkaya keilmuan bidang pariwisata dan trip baik domestik lokal maupun internasional. 
Duitnya gak abis-abis, alhamdulillah yaa Robb... 
"Rejeki itu gak hanya uang" , saat gue ga ada uang cash banyak (karena gajian cukup buat lunasi utang & harian), gue membantu teman teman gue yang ingin berwisata. Misalnya, gue temenin mereka jalan dan mereka yang akan cover biaya perjalanan dan makan gue juga. Kalaupun ada jalan-jalan pakai kocek pribadi, inipun sudah gue atur sedemikian rupa.
MISAL CONTOH KONKRITNYA :
Ke Thailand Januari 2019. Beli tiket promo sejak Mei 2018 setelah duit THR turun, kemudian setiap bulan dari Juli sd Desember menyisihkan uang sebesar 250rb untuk bekal beli THB (Thailand Baht). Lumayan 6 bulan dapat 1,5jt januari tinggal minta dapet arisan buat nambahin beli BAGASI, beli thb buat jaga-jaga (eh bener aja sih, waktu ke Thailand ini ada insiden kelebihan bagasi/over excess bagasi claim) dan untungnya teman jalan gue NoorHayati adalah orang yang enggak perhitungan, enggak mao ribet dan terima gue apaadanya, jadinya perjalanan kita ya hepi hepi aja. Untuk akomodasi/penginapan ya di bulan November & Desember lalu gue udah nyicil beli di situs travel online yang murah (kamar tipe dormitory/ranjang susun tapi khusus cewe dan juga dekat dengan pusat kota).
Ini beberapa  kebiasaan gue sih, dan alhamdulillah bener bener dah. Ini beeberapa kebiasaan supaya rejeki gue gak habis habis :
  • Tiap mao tidur baca Al-Mulk
  •  Tiap dhuha baca Ar-Rahman
  •  Tiap maghrib sempetin baca Al-Waqiah dan Yaasin
  • Kapan Kawin ?
Alloh ciptakan makhluk dimuka bumi ini berpasang-pasangan, dan gue yakin sekali itu. Jodoh pasangan hidup gue akan datang di waktu dan saat yang tepat, dari segala hal, kesiapan lahir batin, kondisi ekonomi, kondisi kesehatan dan semua aspek yang ini diluar nalar gue. Yang penting gue tetap ikhtiar, menjadi wanita yang lebih baik setiap harinya, setiap waktunya agar yang datang pun adalah yang baik yang Alloh siapkan untuk gue. Guepun ga berdiam diri, perginya gue bekerja, nge-trip, silaturahmi yang adalah bagian dari ikhtiar, selain doa terus yang gue minta sama Alloh dan juga tawakal yang gue punya. Insha Alloh alloh kasih jalan dari manapun yang bisa gue terka maupun yang tidak bisa diduga-duga.
Guepun pernah di "tampar" dengan kalimat/pernyataan seperti ini : 
  1. Buruan nikah, keburu ga kenal dan ga 'doyan' sama laki entar loh?  (Alhamdulillah saya normal, masih suka lirik lirik cowok kok yang penting orangnya pas lagi melengos wkwkwk)  
  2. Bokap pasti dulu ada perasaan cemas, kok anak gue gak kawin kawin? (Alhamdulillah baba gue dan keluarga adalah orang yang pengertian, mereka cukup mendoakan yang terbaik untuk kehidupan gue, selebihnya tinggal bagaimana usaha dan pasrah gue sama Alloh. Menegur dan mengingatkan selalu, tapi mereka tidak memaksa dan mendesak)
  3. Lo pilih-pilih sich ! (Ya, namanya juga usaha yekan hehehhe jadi gue ga munafik.. Minta sama Alloh yang paling baik, jadi guepun terpacu untuk selalu berbuat baik supaya alloh kasih yang baik baik. karena gue akan lebih memilih lelaki yang tidak suka mabok-mabokan, maen perempuan, apalagi maen hape doank, kapan kerjanya kalo gitu mah)
  • Apalagi sich yang dicari ? 
Cukup bagiku ALLOH, segalanya untukku... aku hanya ingin menjadi pribadi yang berguna, bukankah sebaik baik orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain dan bukan memanfaatkan orang lain??? Yang utama adalah kita tetap berpenghasilan, wakaupun tidak memiliki penghasilan tetap
Aku belum baik, tapi selalu berusaha menjadi baik. Kalaupun ditengah perjalanan, ada yang butuh bantuan dan aku bertepatan dengan kondisi pas lagi gak megang uang lebih, lagi ga bisa bantu, gak ada pilihan lain lagi karena kadang kalau ada yang butuh bantuan/uang di pertengahan bulan atau akhir bulan ya kondisi ekonomi lagi paceklik dan menunggu gajian.
Jadinya, ini yang mendasari gue untuk berdagang seperti Rasulullah (karena 9 dari 10 pintu rejeki adalah dari perniagaan yang baik yang jujur yang Alloh ridho-i). Bantu aku ya untuk selalu lebih baik setiap waktunya. Dan mohon maaf atas segala khilaf saya, yang tidak berkenan bagi pembacanya. Tapi Saya selalu berharap kalian memaafkan dan Alloh mengampuni dosa saya.
Jakarta, 4 April 2019
00:27 WIB 
Rajafti Fauziah


 

No comments:

Post a Comment