Translate

Friday, April 03, 2020

1441H - Perbekalan dunia menuju akhirat

Bismillahirrohmaanirrohiim ...

اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ Ilahi anta maqshudi wa ridhoka mathlubi
“Wahai Tuhanku,Engkaulah tujuanku dan Ridhamu yang kucari”

1 September 2019 M, 1 Muharram 1441 H

Lama Hidup Banyak Dirasa, Jauh Berjalan Banyak Dilihat. 

Saat posting ini kubuat, di bulan Sya'ban ketika Covid-19 sedang merajalela dan status saya sedang tidak bekerja. Sekian lama hidup di dunia, banyak pengalaman dan pencarian yang didapat dari keluarga, kerabat dan kolega. 

Perjalanan spiritual yang saya rasa tidak semua orang bisa menikmatinya, semoga hal ini bisa manfaat bagi siapa saja yang membaca. Tidak ada lagi yang ingin dicari, selain Ridho Allah SWT.  

Bermula di bulan Mei 2019, hati semakin tergerak untuk melaksanakan ibadah Umrah dan mulai belajar online (Ustadz Abdul Somad, semoga Alloh selalu merahmati dan memberkahi hidupnya). Prof. Dr. H. Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Ph.D 

Sebelumnya pun, ada Bu Siti yang entah mengapa begitu tulusnya mendoakan Saya menyusul umrah ke Baitullah (sedihnya tidak bisa bertemu beliau di bandara saat keberangkatan Saya).

ilmu harus dicari

Kemudian Langsung memutuskan untuk bayar DP ke AFI Tour (sempat pinjam uang Maman dan Po Yanti), sambil berjalan lambat laun menabung untuk pelunasannya (ada juga pinjam uang cici hehee). Tidak lupa juga tetap mengaji langsung dengan ustadz di sekitaran kampung kelahiran tercinta agar dapat berkah tatap muka.

Setelah niat tersebut, baru terasa saat ini semakin giatnya saat itu belajar dan cari cari tahu seputar Umroh dan ingin sekali bertemu dengan Ustadz Somad. Qadarullah, dosen di STAN saat itu menginfokan ada beliau di masjid dekat kampus. Dan Allah mudahkan ketemu untuk datang di kajian beliau saat memperingati Tahun Baru 1441 Hijriyah di daerah Jurangmangu. Dan sebelum umroh November, dipertemukan kembali dalam kajian di Masjid Al-Latief, Blok M bulan Oktober (sehari setelah vaksin meningitis). Yaa Allah Yaa Rabb.... Sadar diri ini banyak khilaf dan dosa, dan saat ini hanya meminta taubat ku diterima. 

Ini hanya sepenggal cerita, awal mula begitu mengidolakan beliau meskipun tak sedikit juga yang tidak menyukai beliau. Tapi, saya rasa sangat merugi, baru mengenal beliau dan 'cari tahu' tentang beliau sekarang ini. Yup, jangan biarkan syaitan masuk ke dalam celah penyesalan, dan Allah akan senantiasa bersama orang orang yang mau belajar. Love the process, and live your life.

Saya yakin, Alloh gak akan merubah keadaan seorang hamba, 
sehingga hamba tersebut mau mengubah keadaan yang ada pada dirinya sendiri.

Umrah Rabiul Awal-Rabiul Akhir 1441 H, 24 Nov sd 2 Des 2019

Jama'ah Umrah AFI Tour bersama Alm. Bpk Almuna sebelum wafat

Hanya Saya dan Tuhan yang tahu cerita perjalanan ini, namun yang akan saya bagikan adalah pengalaman yang sangat krusial dan saya ingin siapapun yang membaca ini bisa mengambil pelajaran dari poin yang saya sampaikan. 

Senang, sedih, bahagia, bangga, sukacita ingin beribadah di tempat yang banyak muslim ingin kesana, namun juga duka karena baru bisa berangkat pertama kali ke Haramain seorang diri. Sedih itu baru terasa ketika dilepaskan oleh keluarga di bandara untuk menjalankan ibadah umrah di akhir tahun 2019 lalu. Belum ada rasa apa apa ketika di pesawat, di Abu Dhabi bahkan seketika sampai di Arab Saudi. TERLUPA itu teguran yang saya dapat ingin disampaikan Alloh, bahwa sudah tiba di negeri yang Allah jaga dan Allah pilih jadi negara lahirnya Islam masih saja saya belum bersyukur atas nikmat yang luar biasa ini. 

Setiba di Jeddah, tak lama keluar dari King Abdul Aziz Airport. Subhanallah, kaki (saya lupa kanan sepertinya atau yang kiri) yang jelas ada rasa sakit luar biasa. Dan Alhamdulillah, Allah masih kasih kemudahan saya berjalan sampai ke bus rombongan. Selama di bus, saya ingat pesan keluarga untuk selalu mohon ampun apapun itu, istighfar dan tidak mengeluh yang macam macam dalam bentuk apapun itu. Hanya bisa rasakan dalam hati, jangan sampai membuat ibadahku tidak maqbul.

   Kebetulan waktu tiba saat itu sekitar jam 5 dan belum masuk waktu shubuh/fajar di Mekkah. Berhenti di Rest Area, setelah usai fajr di musholla dan tidak berhenti flashback kronologis apa saja yang telah terjadi, dan akhirnya baru tersadar bahwa Juz Amma yang kubawa dari Jakarta ingin dibaca saat di pesawat (karena fikir saya perjalanan ini akan memakan waktu lama, dan saya belum berpengalaman dengan jam terbang yang panjang). Tas jinjing yang berisi juz amma tersebut kutaruh dibawah kaki dan lupa kupangku saat perjalanan selama di pesawat karena jamuan di Etihad yang sangat banyak sekali. Ya Allah, please forgive me. Seketika ingat kesalahan tersebut, Allah langsung hilangkan sakit di kaki saya. Allah Kareem... 

Setiba di Madinah Al Munawarah, bodohnya saya sudah sampai di kota Rasulullah yang begitu mulia. Dan saya 'belum merasakan' apa apa. Semua yang dibaca, dipelajari, karena memang tidak di amalkan akan terasa terlupa disana. Inilah yang Allah sudah ingatkan untuk selalu belajar dan beramal, karena ini yang akan jadi kebiasaan kita. 

Selepas shalat pertama kali di Masjid Nabawi, ketika ingin keluar masjid dan *BUMP!!!!*, adzkar (petugas yang menjaga) Masjid Nabawi yang menjadi perantara dari Alloh untuk "menegur saya". Seakan di'tampar' dan diberitahu : "Ini loh yang kamu mau, ini loh tempat yang kamu maksud, ini loh tujuan kamu!". Seakan itulah yang Allah bisikkan saat wajah saya tak sengaja terkena hentakan ukhti di Madinah tsb, dan kami  sudah saling maaf-memaafkan. 

Dari teguran tersebut, Allah ingatkan kembali bahwa Saya hanya punya DIA yang menemani saya dimanapun berada, tidak ada keterkaitan dengan orangtua, Allah ingin saya melupakan sejenak keluarga karena mati hanya sendiri dan semua akan dihisab sesuai dengan amal perbuatan. Lupakan semua pekerjaan dan kehidupan dunia yang kerja keras banting tulang memperjuangkannya kalau bukan Lillahi Ta'ala tidak akan terasa berkahnya. 

Ya Allah, aku hanya ingin meninggalkan dunia yang fana' ini dalam keadaan husnul khatimah...

Berbeda cerita di Makkah Al Mukarramah, prosesi umrah alhamdulillah Allah kasih mudah, Allah kasih sehat, Allah kasih selamat. Benar saja, hati yang keras, jiwa yang sombong, seketika melihat Ka'bah serasa hancur kemudian Allah bangunkan kembali jiwa dan hati yang rapuh ini. Entah apa saja yang terbayang saat pertama kali Thawaf selama 7 putaran di Baitullah, semua bercampur jadi satu. Setelah Thawaf, kemudian kami lakukan proses Sa'i yang dalam hitungan ganjil selalu ada pesan yang Allah ingin bagikan dan diberikan teguran kembali. Sampai selesainya tahallul untuk menghalalkan perbuatan yang dilarang selama berihram dan tata cara umrah nya dilakukan secara tertib dibimbing oleh Muthawwif yang Masha Allah baiknya, yaitu Ustadz Faisol. 

Pesan Umrah ini yang bisa saya sampaikan,

1. Ketika Sa'i dan Saya temui sakit dan linu di kaki, Allah ingin beritahu bahwa 

 "Jaga kemana saja kaki kamu melangkah" 

Salah satu Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menggambarkan keadaan hari kiamat adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” 
(HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)

Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada kita bahwasanya, kelak di hari kiamat setiap Bani Adam (manusia) akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengenai 5 (lima) perkara, diataranya adalah tentang:
  1. Umurnya
  2. Masa mudanya
  3. Hartanya (dari mana ia dapatkan)
  4. Hartanya (dalam hal apa ia belanjakan)
  5. Ilmu yang dimilikinya
sumber :5 Perkara yang ditanya di Hari Kiamat

 

2. Ketika Sa'i dan Saya temui sakit di perut (bukan mual, bukan ingin poop, seperti rasa dikoyak isi yang ada didalamnya), lagi lagi Allah ingin beritahu bahwa

 "Jaga apapun yang kamu makan"

Allah Ta’ala berfirman: وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqarah: 275] Juga berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” [An-Nisaa’: 29)]

Referensi: https://almanhaj.or.id/2821-kitab-jual-beli-1.html
Allah Ta’ala berfirman: وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqarah: 275] Juga berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” [An-Nisaa’: 29)]

Referensi: https://almanhaj.or.id/2821-kitab-jual-beli-1.html

وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).


3. Ketika Sa'i dan Saya rasa Ayah Ibu yang meninggal dunia tetap menemani, dan saya yakinkan hati bila saya buat baik maka Ridho Allah pun akan mengalirkan pahala untuk kedua orangtua Saya.

 "Senangkan orangtuamu, InshaAllah dimudahkan segala kebutuhan lahir batinmu" 

 

4. Macam macam yang ada di pikiran Saya saat itu, dan ibroh (pelajaran) baru dapat Saya simpulkan setelah ibadah tersebut selesai.

Rupa Rupa kesalahan dan banyak dosa selama ini, yang Saya takutkan dalam umrah adalah Allah akan balas secara tunai selama disana. Dan Saya malu, Allah tutupi segala aib saya, segala kesalahan anggota badan, fikiran yang tidak baik, niat yang jahat.

Dalam kesempatan ini pula, Saya yang dha'if, banyak khilaf, salah, hina dan lupa. Mohon dimaafkan segala perbuatan dzolim, aniaya, ingkar janji, buruk akhlak dan segala kejelekan perangai saya... 
Untuk keluargaku, saudaraku, tetanggaku, sahabat di kampungku, di sekolah; teman teman Assaadah, 86, 20, Tunas Patria, Surapati, di tempat aku pernah bekerja; Kumon, Ferno/Firla, Krisson, Ultra-Windsor, MP, Schnell, semua yang pernah ada Saya kenal maupun mengenal Saya ...

- Untuk hutang yang belum terselesaikan, mohon tagih Saya di dunia 
- Untuk perniagaan, masalah keuangan yang saya pernah khilaf terlupa dan sengaja, mohon ikhlaskan Saya 
- Untuk segala janji yang tidak ditepati, mohon maafkan


Saya takut dituntut di padang mahsyar, dan memberatkan langkah Saya di akhirat kelak. 

 

Masha Allah, ketika dapat kesempatan melaksanakan ibadah Umrah kedua (Umroh badal) atau meng-umrah-kan atau niat umrah untuk orang tua/keluarga yang sudah meninggal dunia, Alhamdulillah Allah benar benar kasih kemudahan, kelancaran, tidak ada kesakitan apapun.

Semoga umrah saya maqbul, dan bisa pergi kembali ke Masjidil Haram di tanah suci Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Baitul Maqdis di Palestina bersama keluarga, sahabat, tetangga, dan semua kawan yang Saya kenal dan Mengenal saya di tahun ini dan setiap tahunnya dengan sebaik baik kondisi dan keadaan. 


…يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ … ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً … فَادْخُلِي فِي عِبَادِي… وَادْخُلِي جَنَّتِي

“Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah…
irji’i ila rabbiki radhiatan mardhiyah…
fadkhuliy fii ibadii…wadkhulii jannatii”...

“Hai jiwa yang tenang… kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai…masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku ” 

(QS al-Fajr 89: 27-30)

Aamiin


... hamba yang penuh dosa ... 

Masha Allah, Tabarakallah semoga Manfaat

Masjid Qishas, Saudi Arabia, 2019